Penutupan TMMD di Parangjoro Diwarnai Pertunjukan Tari Adat
SUKOHARJO – Di Desa Parangjoro, penutupan TMMD Reguler Ke-129 Kodim 0726/Sukoharjo tidak hanya formalitas; setelah apel gabungan, acara dilanjutkan dengan penampilan tiga penari berkostum adat Jawa yang memikat penonton.
Pentas tari berlangsung di pusat lapangan upacara, dan gerakan para penari yang enerjik mendapat perhatian peserta serta tamu undangan yang berada di tenda kehormatan.
Acara itu disaksikan Kapolres Sukoharjo bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Sukoharjo.
Selain tamu undangan, ratusan personel gabungan TNI, Polri, ASN dan pelajar juga menyaksikan pertunjukan dalam rangka penutupan TMMD Tahun Anggaran 2026 di Desa Parangjoro.
Serda Anang, Babinsa Parangjoro, menjelaskan alasan memasukkan kesenian tradisional ke agenda penutupan.
“Kami sengaja menampilkan kesenian tradisional sebagai bentuk apresiasi kepada budaya lokal,” ujarnya.
Serda Anang menambahkan bahwa TMMD memiliki cakupan lebih dari sekadar pembangunan fisik; menampilkan tari tradisional merupakan bagian dari usaha membangun semangat pelestarian budaya bangsa sehingga penutupan di lapangan Desa Parangjoro tak semata-seremonial tetapi juga menyampaikan pesan budaya melalui pertunjukan.